Determinasi Belanja Operasional Dan Modal Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kota Lhokseumawe
DOI:
https://doi.org/10.59031/jkpim.v2i4.489Keywords:
APBD, Belanja Operasional, Belanja Modal, Tingkat KemiskinanAbstract
Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang disebabkan oleh banyak faktor yang saling terkait. Belanja operasional dan belanja modal dianggap dapat mempengaruhi tingkat kemiskinan. Tujuan penelitian ini untuk mendeterminasi pengaruh belanja operasional dan belanja modal terhadap kemiskinan di Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda untuk melihat pengaruh antara variabel independen (Belanja Operasional dan Belanja Modal) dengan variabel dependen (Tingkat Kemiskinan). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa belanja operasional berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di kota lhokseumawe,artinya jika belanja operasional meningkat maka tingkat kemiskinan di Kota Lhokseumawe akan cenderung menurun. Namun belanja modal tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Kota Lhokseumawe periode tahun 2007-2023. Rekomendasi kepada pemerintah daerah agar lebih memproritaskan peningkatan anggaran untuk belanja operasional serta perlu dilakukan evaluasi terhadap belanja modal.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Kajian dan Penalaran Ilmu Manajemen

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





