Pengembangan farmyard farming ternak Puyuh pada Daerah Penyangga Taman Nasional Baluran

Authors

  • Siti Azizah Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya
  • Dr. Irfan H. Djunaini Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya
  • Dr. Siti Hamidah Faculty of Law Brawijaya University
  • Dr. Ema Yunita Titisari Faculty of Engineering Brawijaya University

DOI:

https://doi.org/10.59031/jpbmi.v1i1.84

Keywords:

farmyard farming, Puyuh, Wanita Tani, Baluran

Abstract

Homeyard farming merupakan alternatif usaha untuk memperbaiki nutrisi dan pendapatan keluarga. Pemanfaatan pekarangan adalah upaya meningkatkan pemasukan masyarakat dengan menyediakan pangan, bahan bangunan, obat-obatan dan berkontribusi pada pendapatan kotor rumah tangga. Pengembangan program homeyard farming puyuh ini merupakan usaha pemberdayaan keluarga peternak di sekitar kawasan hutan yang memberikan beberapa manfaat sekaligus.  Puyuh sebagai ternak homeyard farming memberikan aspek positif karena modal, luas lahan dan tenaga kerja yang dibutuhkan sedikit, dan dapat dilakukan wanita tani sebagai usaha sambilan. Kegiatan ini dilakukan mulai bulan Mei sampai dengan Desember 2022 di Dusun Karangtekok, Desa Sumberwaru Kecamatan Banyuputih, Situbondo sebagai salah satu desa penyangga Taman Nasional Baluran. Pengembangan farmyard ternak puyuh ini dilakukan oleh kelompok Wanita tani Sri Muljojaya pada 8 orang anggota yang masing masing membudidayakan 250 ekor. Hasil produksi telur puyuh yang dihasilkan diolah menjadi produk pangan olahan berbasis telur puyuh, sehingga mempunyai nilai jual yang lebih tinggi. Melalui pola pengembangan farmyard diharapkan wanita tani ternak berpartisipasi dalam pembangunan desa dan menjadi mandiri secara ekonomi.

 

 

 

Author Biographies

Dr. Irfan H. Djunaini, Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

 

 

Dr. Siti Hamidah, Faculty of Law Brawijaya University

 

 

Dr. Ema Yunita Titisari, Faculty of Engineering Brawijaya University

 

 

References

BNP. (2007). “Taman Nasional Baluran ‘Secuil Afrika di Jawa’ (Sekilas Potensi Wisata Taman Nasional Baluran),” no. September, pp. 1–14.

Kewessa, G. (2020). Homegarden Agroforestry as a Tool for Sustainable Production Unit in Ethiopia. Journal of Resources Development and Management, August. https://doi.org/10.7176/jrdm/67-02

Lokapirnasari, W. P. (2017). Nutrisi dan Manajemen Pakan Burung Puyuh. Airlangga University Press.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.31/Menlhk/Setjen/Set.1/5/2017 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Indonesia.

Puji Muniarty, P., Wulandari, Nurhayati, Kusumayadi, F. dan Amirulmukminin. (2023). Pemberdayaan Wanita Tani Guna Penguatan Kapasitas Ekonomi Berbasis Kawasan Rumah Pangan Lestari di Kota Bima. Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram. 8 (2), 143-149. http://doi.org/10.29303/abdiinsani.v8i2.392

Subekti, E dan Hastuti, D. (2013). Budidaya Puyuh. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 9(1), 1–10.

Syathori, A. D. (2019). Peran Perempuan Dalam Implementasi Program Kawasan Rumah Pangan Lestari. Jurnal Penyuluhan Pembangunan Volume, 1(1), 15–25.

Downloads

Published

2023-01-02

How to Cite

Azizah, S., H. Djunaidi, I., Hamidah, S., & Yunita Titisari, E. (2023). Pengembangan farmyard farming ternak Puyuh pada Daerah Penyangga Taman Nasional Baluran. Jurnal Pengabdian Bersama Masyarakat Indonesia, 1(1), 22–34. https://doi.org/10.59031/jpbmi.v1i1.84