Peran Wali Kelas dalam Peningkatan Kedisiplinan Peserta Didik di MTs
DOI:
https://doi.org/10.59031/jkppk.v3i1.564Keywords:
Wali Kelas, Kedisiplinan, Peserta DidikAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran wali kelas dalam peningkatan kedisiplinan peserta didik di MTs Yasrib Batu-Batu Soppeng. Metodologi yang digunakan yakni penelitian kualitatif berbasis Field Research dengan menggunakan pendekatan pedagogik, fenomenologi, dan sosiologi dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Peran wali kelas dalam peningkatan kedisiplinan peserta didik adalah sebagai fasilitator berupa mengayomi peserta didik dan memberikan kenyamanan kepada peserta didik selama proses pembelajaran, sebagai motivator berupa memotivasi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran, memotivasi peserta didik dalam berdisiplin berpakaian, memotivasi peserta didik untuk memanfaatkan waktu belajar, memberi dorongan kepada peserta didik untuk memanfaatkan waktu luang, dan memberi motivasi kepada peserta didik untuk meningkatkan prestasi belajar. Peran wali kelas sebagai problem solving secara pribadi ialah memahami karakter masing-masing peserta didik, secara sosial ialah dengan memahami kondisi sosial peserta didik, secara akademis ialah memahami dan meningkatkan kemampuan akademis perserta didik.
References
Albertus, Doni Koesoema. (2007). Pendidikan Karakter Strategi Mendidik Anak di Zaman Global. Jakarta: PT. Grasindo.
Ali, Rasyid. (2017). “Urgensi Kedisiplinan Guru Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Peserta didik MI Daruaiem Pesse Kec. Donri-Donri Kab. Soppeng”. Skripsi. Soppeng: Program Studi Pedidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah STAI Al-Gazali Soppeng,
Andriani, Tiara. (2017 ). “Hubungan antara Kedisiplinan dalam Proses Pembelajaran dengan Prestasi Belajar Peserta Didik DI MIN 1 Soppeng Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng”. Skripsi. Soppeng: Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Jurusan Tarbiyah STAI Al-Gazali Soppeng.
Arikunto, Suharsimi. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Bikle. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Cet. 12; Jakarta: Rineka Cita.
Bogdan, Robert C. dan Sari Knopp Biklen. (2009). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. Boston: Allyn and Bacon, Inc, 1982. Dikutip dalam Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif . Ed. Revisi; Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Bungin, M. Burhan. (2011). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainya. Ed. II, Cet. V; Jakarta: Kencana.
Darajat, Zakiah. (2019). Pendidikan Moral bagi Generasi Mendatang. Majalah Perkawinan dan Keluarga.
Djamarah, Syaiful Bahri. (2014). Prestasi Kompetensi Guru. Surabaya: Usaha Nasional.
Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif: Suatu Pendekatan Teoritis Psikologis. Jakarta: Rineka Cipta, 2010. Dikutip dalam Defiana, Riska. dkk, “Peranan Guru Wali Kelas Dalam Pembinaan Moral Peserta didik (Studi Pada Peserta didik SMA Negeri 1 Tongkuno Kabupaten Muna)”, ojs.uho.ac.id, vol.4 no. 48 (23 Desember 2014).https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url
Elfachmi, A.K. (2016). Pengantar Pendidikan. Bandung: Erlangga.
Elsbree. (2011). Dimensi-Dimensi Administrasi Di Madrasah. Surabaya: Usaha Nasional.
Gunarsa, Singgih D. (2000). Psikologi untuk Pembimbing. Cet. IX; Jakarta : BBPK, Gedung Mulia.
Hadi, Sutrisno. (2004). Metodologi Research. Jilid II;Yogyakarta: Andi Offset. Studi Pedidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah STAI Al-Gazali Soppeng.
Idris, Zahara. (2011). Dasar-Dasar Kapendidikan. Cet. 10; Padang: Angkasa Raya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



